Sejarah Liga Indonesia

Saat ini saya akan memberitahukan dengan singkat dan jelas dari adanya sejarah Liga Indonesia, yang ada sejak dulu hingga pada saat ini.

Sejak era sebelum kemerdekaan, kompetisi sepak bola antar klub di Indonesia sudah terbentuk. Ada kompetisi yang dibentuk untuk melawan kompetisi bentukan penjajah, ada juga kompetisi yang dibentuk untuk mulai membawa sepak bola Indonesia ke arah profesionalitas.

Sejarah Liga Indonesia

Maraknya klub sepak bola yang lahir di tahun 1880 an membuat klub masing – masing daerah membentuk suatu wadah dengan bentuk turnamen. Pada tahun 1902 Surabaya menjadi pionir pembetukan kompetisi sepak bola di bumi nusantara. Tidak lama 2 tahun kemudian, tepatnya tahun 1904, Batavia atau sekarang Jakarta, juga menjalankan turnamen sepak bola di daerahnya.

Kedua kota tesebut merupakan daerah penting dalam perkembangan sepak bola era di Indonesia. Mesiki kompetisi tersebut hanya diikuti klub – klub cita rasa Belanda, namun beberapa pemain lokal juga diikutsertakan.

Sepak bola pun semakin berkembang di Indonesia. Tahun 1906, sebuah organisasi sepak bola di Batavia berdiri. Bataviaasche Voetbal Bond (BVB) berdiri pada 20 juli 1906, sebuah organisasi sepak bola di Batavia berdiri. Bataviaasche Voetbal Bond (BVB) berdiri pada 20 juli 1906. Lahirnya BVB membuat kompetisi di Batavia lebih teratur. Dalam tahun pertamanya, organisasi ini menggelar kompetisi sepak bola bertitel ‘Droogdo Beker’.

Namun BVB belum menemukan pakem yang tepat untuk sekedar menentukan nama kompetisi. Droogdo Beker pernah berubagh nama menjadi prinses Juiliana Competitie dan Schild van het A.N.V.

Kompetisi BVB hanya berjalan selama enam tahun. Pergolakan dalam organisai sepak bola Batavia saat itu terus berkecamuk. Bahkan beberap pengurus BVB sudah memperiapkan organisasi pegganti BVB jika mereka benar – benar membubarkan diri.

Tahun 1912, empat klub anggat BVB menyatakan keluar dari organisasi tersebut yakni ASVG, Oliveo, SCF, dan Vios. Mereka mendirikan West Java Voetbal Bond (WJVB) sebagai pengganti BVB. Tak lama berselang, dua klub ikut bergabung dengan WJVB, yakni Velcitas dan Voorwarts.

Dan pada tahun 1914 – 1930, Indonesia memiliki Liga Nasional sepak bola amatir yang diselenggarakan oleh Nederlandsch Indisch Voetbal Obligasi (NIVB), yaitu DEI Championship.

Sebelum tahun 1979, Indonesia memiliki Liga Nasional sepak bola amatir, yaitu Perserikatan, yang terdiri dari beberapa tingkat kompetisi. Liga ini didrikan pada tahun 1931 yang akhirnya menggantikan DEI Championship. Kompetisi ini adalah kompetisi Liga sepak bola pertama Indonesia yang diselenggarakan oleh PSSI. Sejak tahun 1932 – 1950 kompetisi DEI Championship berjalan bersamaan dengan perserikatan.

Pada tahun 1979 – 1980 didirikan liga semi – profesional yaitu Galatama yang terdiri dari hanya satu tingkat kompetisi (kecuali tahun 1983 dan tahun 1990 yang menjadi 2 divisi). Oleh karena itu sejak tahun 1979, baik Galatama dan Perserikatan berajalan dan memiliki sistem liga mereka sendiri.

Dan ditahun 1994, PSSI menggabungkan kedua kompetisi ke dalam sistem kompetisi baru, yaitu Liga Indonesia. Semua klub dari kedua tingkat atas digabung ke dalam Liga Indonesia Divisi Utama, sebagai sistem baru liga tingkat atas nasional. Karena Galatama tidak memiliki tingkat liga yang lebih rendah, liga yang lebih rendah dari liga Indonesiaa Divisi Utama diambil dari semua klub pada tingkat yang sama di perserikatan.

Pada tahun 2008 PSSI membuat Liga Super Indonesia (ISL), sebagai tingkat liga tingkat teratas yang baru. Oleh karena itu, Divisi utama kemudian diturunkan ke tingkat kedua dan juga divisi – divisnya dibawahnya. Liga baru ini diciptakan untuk memperkenalkan sistem profesional penuh dalam sepak bola Indonesia.

Setelah kongres luar biasa yang di adakan PSSI pada tanggal 17 Maret , Liga Prima Indonesia dan Liga Super Indonesia berada dibawah pengawasan PSSI sebelum digabungkan pada tahun 2014 dengan nama Super League. Sebelum itu dua liga masih berjalan masing – masing.

Pada tanggal 17 Maret 2015, kementerian Pemudah Olahraga ( kemenpora), menjatuhkan hukuman kepada PSSI, berupa SK Pembekuan No. 01307 tahun 2015 yang membuat semua aktivitas PSSI tidak diakui termasuk Liga Super Indonesia (ISL) yang hgarus dihentikan saat masih berlangsung. Akibat dari pembekuan itu, FIFA kemudian menjatuhkan sanksi untuk Indonesia per 30 Mei 2015 sebab menganggap pemerintah Indonesia telah melakukan intervensi kepada PSSI. Sanksi tersebut membuat Indonesia tidak bisa mengikuti kompetisi Internasional, kecuali SEA GAMES 2015 di Singapura yang diikuti Timnas Indonesia U-23.

Dan pada tanggla 13 Mei 2016, FIFA akhirnya mencabut sanksi yang diberikan untuk Indonesia setelah menerima laporan bahwa Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) telah mencabut surat pembekuan aktivitas terhadap PSSI.

Tahun 2017 kompetisi sepak bola profesional tertinggi di Indonesia yaitu Liga Super Indonesia (ISL) bergantu nama menjadi Liga 1 dibawah kepemimpinan ketua PSSI yang baru, Edy Rahmayadi. Berikut Liga – liga yang ada pada saat yang akan anda ketahui :

  • LIGA 1 ( Go – Jek Traveloka) – bersama liga tersebut memiliki 18 Klub yang ada sekarang ini.
  • LIGA 2 –  memiliki 60 klub yang ada pada sekarang ini.
  • LIGA 3 – adalah gabungan dari Divisi 2 Liga Indonesia dan Divis 3 Liga Indonesia pada tahun 2014, tahun 2015 Divisi 1 Liga Indonesia juga digabungkan dengan liga ini.

Sekian dulu dengan apa yang sampaikan dan semoga hal tersebut bisa berguna bagi anda semua, apabila bagi anda semua belum mengetahui sejarahnya anda bisa lihat di sini dan pastinya nanti anda akan mengerti. Semoga pembahasan tersebut bisa menjadi pembahasan yang terpopuler terima kasih.

error: Content is protected !!